Headlines News :

Latest Post

Dua cangkir kopi sehari, baik untuk kesehatan jantung

Written By Muhamad Hardin on Rabu, 28 Mei 2014 | Rabu, Mei 28, 2014

Sebuah penelitian menyatakan bahwa meminum kopi secara rutin dengan takaran dan jumlah yang tepat, dapat mengurangi risiko gagal jantung.

Sebanyak 150.000 responden baik pria maupun perempuan, diikutsertakan dalam penelitian yang dipimpin oleh Dr Murray Mittleman dari Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat.

Responden yang rutin meminum dua cangkir kopi dalam sehari, menunjukkan berkurangnya risiko gagal jantung, dibandingkan mereka yang tidak minum kopi, sebagaimana diberitakan oleh DailyMail.

Namun meminum kopi lebih dari lima cangkir dalam sehari justru tidak dianjurkan, karena dapat merusak jantung sebagaimana dikutip dari jurnal Circulation Heart Failure.

Para peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat, masih belum yakin apa yang menyebabkan kopi dapat mengurangi penyakit gagal ginjal.

Namun mereka menduga, ini disebabkan karena kopi dapat mengurangi hipertensi dan menormalkan gula darah pada penderita diabetes. Hipertensi dan diabetes adalah dua penyakit yang memicu gagal jantung.

Pemerintah AS yang mendanai penelitian ini menemukan bahwa semakin banyak kopi yang diminum, maka beberapa jenis penyakit selain kanker akan semakin terhindar, seperti; penyakit jantung, penyakit saluran pernapasan, stroke, diabetes, penyakit infeksi.
(M048)

sumber:
http://www.antaranews.com/berita/318834/dua-cangkir-kopi-sehari-baik-untuk-kesehatan-jantung

Kopi, Mitos dan Sejuta Maanfaatnya

Written By Muhamad Hardin on Sabtu, 15 Februari 2014 | Sabtu, Februari 15, 2014

Ketika berbicara soal Kopi, jenis minuman ini memang begitu seksi. Sebagai penikmat kopi, sehari tampa segelas kopi rasanya akan berbeda saja. khususnya proses kerja otak saya. Berbeda ketika sedang menikmati kopi, seakan otak saya di strum suatu energi gaib yang membuat otak saya lebih terbuka dan semangat berpikir. Makanya ada teman saya bilang  bahwa KOPI itu adalah Ketika Otak Perlu Inspirasi. Meskipun itu hanya sekedar bahan candaan.. tapi menurutku ada benarnya juga.  

Nah.. ini dia mitosnya bahwa ada fakta menarik tentang hubungan kopi dengan mahasiswa yang berada lingkungan saya. Saya sendiri tidak tahu apakah ini mitos atau hal kebetulan saja terjadi. di kampus dimana tempat saya kuliah yaitu kebayakan teman-teman kampus saya  yang punya  kebiasaan suka minum kopi, cenderung  otak mereka lebih unggul dibandingkan teman saya tidak suka kopi baik itu dalam pelajaran mata kuliah atau ketika diskusi masalah lain. Selain itu mereka (teman-teman suka minum kopi) memiliki kepekaan sosial lebih tinggi. Saya tahu mereka suka minum kopi karena terlihat ketika kami berada di kantin. 

Sesi lain yang keseksian kopi adalah bahwa tidak diragukan (ini bukan mitos lagi. He.. 3x) kopi telah menjadi pilihan minuman utama banyak orang untuk menunda rasa kantuk. Dan tidak hanya sebatas itu.. mungkin hal ini masih banyak orang yang belum tahu bahwa melalaui penilitian ilmiah teryata kopi mengandung sejuta manfaat bagi manusia. 

1. Kopi baik untuk kesehatan

Karena  kopi mengandung kalori yang rendah dan antioksida para peniliti  menyebutkan kopi sangat baik buat kesehatan seperti:  melindungi tubuh dari diabetes tipe 2,  mencegah penyakit Parkinson,   menurunkan risiko kanker hati, mencegah penyakit liver

2. Kopi membuat Ingatan Kuat

Hal itu dibuktikan dalam sebuah penelitian yang melibatkan 100 orang di Johns Hopkins University, Baltimore, Maryland. Hasil penelitian tersebut juga telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience. Dalam penelitian, para partisipan diminta mengamati sejumlah gambar di dalam dan luar ruangan. Sekitar 5 menit kemudian, sebagian partisipan diberi tablet kafein 200 mg atau setara dengan secangkir kopi, dan sebagian lagi diberi tablet kosong atau plasebo.

Saat diminta mengidentifikasi mana gambar lama dan mana gambar baru, partisipan yang mendapatkan tablet kafein di hari sebelumnya cenderung lebih akurat dalam mengingat. Temuan ini membuktika bahwa secangkir kopi bisa memperkuat ingatan.

3. Kopi baik meningkatkan performa bercinta (seks)

Sebuah studi yang dilakukan kelompok peneliti dari Universitas Sao Paulo, Brasil menyebutkan pria yang rutin minum secangkir kopi  baik untuk meningkatkan performa bercinta karena sperma mampu berenang lebih lincah dibanding pria yang tak pernah minum kopi. Tapi sekali lagi bahwa ini Bukan secara instan, tetapi dengan mengkonsumsinya secara teratur.

Sekilas Sejarah Lahirnya FC Barcelona dan Pertikaian dengan Real Madrid

Written By Muhamad Hardin on Kamis, 06 Februari 2014 | Kamis, Februari 06, 2014


Sebagai salah satu pendukung FC Barcelona. alasan saya menjagokan club ini, bukan karena ikut-ikutan. ada fakta menarik tentang FC barcelona yang belum banyak orang tahu. inilah alasan saya menulis artikel ini.  saya menjagokan club ini selaian krn saya suka gaya permainnya. juga, itu tak terlepas dari historisnya tapi dalam artikel ini saya cuma membahas FC Barcelona dari historisnya
 
Fútbol Club Barcelona, juga dikenal sebagai Barcelona atau Barça, adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Barcelona, Katalonia, Spanyol. FC Barcelona telah menjadi symbol bagi rakyat katalan di spayol , sebuah symbol yang merepresentasikan identitas Catalan sebagai bangsa. Begitulah, mengapa motto FC Barcelona dikatakan “more than a club” atau lebih dari sebuah klub.

Berdirinya FC Barcalona

Lahirnya FC Barcelona berawal dari kedatangan seorang  kebangsawan Swiss yang datang ke Spanyol untuk urusan bisnis dengan sejumlah orang setempat dan Inggris. Dia adalah Joan Gamper yang kemudian menjadi pendiri FC Barcelona. Mereka ternyata sama-sama menyukai sepakbola. Akhirnya di kantor Sole Gym pada 29 November 1899 Gamper bertemu Gualteri Wild, Lluis d’Osso, Bartomeu Terrados, Otto Kunzle, Otto Maier, Enric Ducal, Pere Cabot, Carles Pujol, Josep Llobet, John Parsons, dan William Parsons. Duabelas orang tersebut berkumpul dengan maksud mendirikan klub sepakbola dan berdirilah Football Club Barcelona yang juga disebut Barca.

Konfilk dan Perang FC Barcelona dan Real Madrid

Permusuhan antara Barcelona dan Real Madrid bermula pada masa Franco. Siapa Franco ini? Dia adalah seorang Jenderal yang menjadi penguasa diktator di Spanyol pada tahun 1930-an. Barcelona, sampai sekarang, adalah “ibukota” dari Provinsi Catalonia, yang sebagian besar penduduknya adalah dari suku bangsa Catalandan Basque. Sejak dulu, orang-orang catalonia ini menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah “penjajahan” Spanyol.

Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. FC Barcelona kemudian menjadi satu-satunya tempat dimana sekumpulan besar orang dapat berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Warna biru dan merah, Barcelona menjadi pengganti yang mudah dipahami dari warna merah dan kuning (bendera) Catalonia.

Franco kemudian bertindak lebih jauh. Josep Suñol, Presiden Barcelona waktu itu  di bunuh oleh tentara Fascist karena ide politik Franco dan sebuah bom dijatuhkan di FC Barcelona Social Club pada tahun 1938. Di lapangan sepakbola, titik nadir permusuhan ini terjadi pada tahun 1941 ketika para pemain Barcelona “diinstruksikan” (dibawah ancaman militer) untuk kalah dari Real Madrid. Barcelona kalah dan gawang mereka kemasukan 11 gol dari Real Madrid. Sebagai bentuk protes, Barcelona bermain serius dalam 1 serangan dan mencetak 1 gol. Skor akhir 11-1, dan 1 gol itu membuat Franco kesal. Kiper Barcelona kemudian dijatuhi tuduhan “pengaturan pertandingan” dan dilarang untuk bermain sepakbola lagi seumur hidupnya.

Sejak saat itu FC Barcelona menjadi semacam klub “anti-franco” dan menjadi simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, dan secara umum, terhadap Spanyol.  Athletic Bilbao sampai saat ini tetap pada idealismenya untuk hanya merekrut pemain-pemain asli Basque, tetapi dari segi prestasi tidak sementereng Barcelona walaupun sama-sama merupakan klub yang belum pernah terdegradasi, dan penguasa Copa del Rey. Sementara yang dijadikan simbol musuh, tentu saja, adalah klub kesayangan Franco yang bermarkas di ibukota Spanyol, Real Madrid CF.

Di tahun 1943 ada berita yang menghebohkan sepakbola spanyol.Tim Barcelona yang terbukti kuat di era itu dan telah memenangkan pertandingan leg pertama Copa Spanyol di Les Cord dengan skor 3-0,mereka diharuskan mengalah dipertandingan Leg kedua.Para pemain Barcelona dan keluarga diancam akan dicelakai oleh polisi militer bila mereka tidak mengalah. Pertandingan kedua berakhir dengan hasil yang aneh 11-1 untuk kemenangan Real madrid. Negara Bagian Fascist tidak mentoleransikan pertandingan yang di dominasi oleh Tim Barcelona,Tim yang tidak pernah menyembunyikan identitas negara Cataloniannya.

Tim Real Madrid menjadi lambang inti dari kekuasaan negara bagian Fascist, negara bagian yang paling berkuasa atas Catalonia dan Basque Country, dengan system pemerintahan sentralism. 40 Tahun pertama Sepak Bola di Spanyol di kuasai oleh Tim Barcelona dan Athelic, tetapi sekarang keadaannya berubah.

Ketika Kedua tim, Barcelona dan Real Madrid, tumbuh dan memerlukan stadium besar, Tim real Madrid diberikan lahan di Santiago Bernabeu dan dapat membangun stadiumnya dalam waktu 3 tahun sedangkan Tim Barcelona harus menderita dibawah aturan negara dan project Camp Nou-nya di tunda selama 10 tahun. Hal yang sangat lah penting bagi Tim sepak bola karena pendapatan utama mereka dalam setiap dekade berasal dari penjualan tiket pertandingan sepak bola. Ketika Real Madrid bisa menikmati stadium yang besar, Tim Barcelona harus bermain di stadium tuanya, studum Les Cort.

Tim Barcelona mendominasi liga spanyol selama 10 tahun terakhir berkat usaha Ladislao Kubala dan juga Alfredo Di Stefano pemain yang mereka dapat dari Argentina. Di saat yang bersamaan, Tim Real Madrid mengklaim bahwa mereka telah menandatangi kontrak dengan Di Stefano. Isi surat perjanjian ini ditentang oleh FIFA yang tidak mempunyai kekuasaan waktu itu.merasa respon mereka tidak didengar oleh Fifa,Pemerintah Spanyol ikut campur tangan dan mereka membuat keputusan yang aneh untuk memaksa Di Stefano bermain di Tim Madrid. Tim Barcelona melihat ini sebagai suatu ancaman dan perusakan harga diri, tetapi mereka harus melepaskan Di Stefano untuk bergabung ke Tim Real Madrid setelah lagi-lagi mendapatkan tekanan dari negara.Di Stefano menjadi pemain sepakbola paling bersinar saat itu. itulah sebab akibat mengapa Real Madrid Berjaya di tahun 50-an.

Tim Real Madrid adalah Tim sepakbola yang masih menganut ideology Fascist. Tim Barcelona, tanpa stadium besarnya selama bertahun tahun, telah di tekan oleh masalah ekonomi dan harus menjual pemain bintang mereka seperti Luis Suarez untuk menyelamatkan klub dari kehancuran.Di Tahun 70-an, Tim Barcelona yang tidak pernah lagi memenangkan title Liga selama 14 tahun mengontrak pemain asal belanda Johan Cruyff, bintang besar saat itu. Tim Real Madrid mencoba ingin mengontrak pemain asal Belanda ini, tetapi Johan Cruyff menolak untuk bergabung dan sebagai gerakan pemberontakan dia menerima kontrak dari Tim Barcelona. Keputusan dari pemain ini sangat menantang Tim Real Madrid yang memiliki dukungan besar dari pemerintah. Tetapi sekali lagi pemerintah Spanyol turut campur dengan menolak ijin tinggal bagi pemain Belanda ini sehingga dia gagal bertanding di tahun 1973 sampai November 1974. Hal ini bukan masalah bagi Cruyff karena Tim Barcelonannya bermain fantastik pada tahun itu dan hasil yang sangat bersejarah 5-0 di Santiago Bernabeu merupakan pukulan terakhir sang diktaktor tua yang meninggal 1 tahun kemudian.

Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!. Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol). Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.


Pesona Permandian Biru Desa Batetatangnga


Permandian Biru, Desa Batetangnga
Permandian biru adalah salah satu tempat wisata cukup populer di kalangan masyarakat di Polewali Mandar, bahkan juga sebagian di pinrang dan majene. 

Tempat wisata ini berjarak 10 KM dari kota polewali kabupaten Polewali Mandar yang terletak di Desa Batetangnga dan untuk mengakses ketempat wisata ini cukup mudah karena hanya berjarak 3 km dari jalan poros lintas provensi sulbar-sulsel.

apa yang menarik di tempat wisata ini? yaitu pesona alamnya yang masih alami terjaga seperti  pepohonan besar yang tumbuh di sekitar tempat wisata ini, batu-batuan besar  memanjang  sekitar 1 km dan airnya yang jernih. di permandian biru ini, pengunjung akan di manjakan dengan pemandangan alam yang eksotis dengan suasana pengunungan.  apalagi saat ini di area sekitar permandia telah dibangun infrastruktur pendukung seperti kasebo, musallah, toilet, kamar ganti, dan tempat sampah.  

Di setiap akhir pekan biasanya permadian biru cukup ramai di kunjungi masyarakat yang ada dalam maupun luar polewali mandar, Banyak aktivitas yang mereka dapat lakukan di permandian biru seperti bakar-bakar ikan sambil mandi bersama sanak keluarga, atau biasa juga bagi para remaja-remaja jadikan tempat hang-out untuk refreshing dan biasanya juga  di jadikan sebagai tempat kegiatan para siswa/mahasiswa seperti kegiatan camping, forum-forum diskusi, pengkaderan atau outbond.

Dan yang paling menarik adalah pada saat musim buah tiba karena pengunjung akan membludak jumlahnya datang di tempat wisata ini untuk menikmati buah-buahan meskipun ada juga yang datang hanya karena ingin menikmati pesona alamnya. di sekitar jalanan menuju area permandian  akan dipenuh kios-kios yang menjajakan berbagai hasil buah-buah dari desa batentangnga  yaitu durian, langsat dan rambutan. Para pengunjung tersebut menikmati buah-buahannya di area permandian biru, dan dipastikan tempat wisata ini akan di penuhi ribuan orang pada musin buah. 

Penasaran dengan  tempat wisata ini? datang saja ke kampung halaman saya dan thanks sudah berkunjung disini. semoga informasi ini bermaanfaat, khususnya bagi kamu yang suka berwisata (sekalian jalan-jalan ke kampung lahaman saya) he... 3x pokoknya dijamin deh tidak akan menyesal! dan jangan lupa tetap kunjungi blog saya ini.

Good Luck!!! Belajar, dan tetap Belajar   

Perbedaan British English dengan American English

Written By Muhamad Hardin on Rabu, 05 Februari 2014 | Rabu, Februari 05, 2014

Bagi yang tidak tahu Bahasa Inggris, mereka akan cendurung mengangap bahwa pada umumnya sama saja kekita ada orang ngomong pake bahasa inggris. nah! ini pentingnya tahu perbedaan Britist dan American English supaya kita mudah memahami orang tersebut ngomongnya pake bahasa inggiris apa? Apalagi bahasa inggris digunakan di banyak negara baik sebagai bahasa Ibu maupun sebagai bahasa ke-dua. Itulah sebabnya selain "bahasa Inggris" ada banyak "bahasa Inggris-bahasa Inggris" lain yang merupakan variasi dari bahasa tersebut.

Dua versi bahasa Inggris yang paling umum digunakan adalah bahasa Inggris British dan bahasa Inggris Amerika. Sebelum kita menilik beberapa perbedaan diantara kedua versi bahasa Inggris ini perlu ditekankan bahwa perbedaan-perbedaan ini cukup tipis dan seiring dengan internasionalisasi di era moderen sekarang ini perbedaan-perbedaan tersebut bahkan bisa dikatakan semakin berkurang.

Sedikit perbedaan yang terdapat antara bahasa Inggris British dan Inggris Amerika cenderung hanya memperkaya komunikasi dan tidak menimbulkan masalah ataupun kesulitan dalam berkomunikasi. Berikut perbedaan bahasa Inggris British dan Amerika ditinjau dari beberapa sudut pandang.

Ejaan (spelling)

Bahasa Inggris British cenderung mempertahankan ejaan banyak kata yang asalnya dari Perancis sedangkan Inggris Amerika mencoba untuk mengeja kata lebih mendekati cara mereka melafalkannya dan mereka menghilangkan huruf-huruf yang tidak diperlukan.
Berikut beberapa contohnya:

    Bahasa Inggris British : centre, theatre, realise, catalogue, programme, travelled, neighbour, grey, plough, to practise (verb), practice (noun), cheque

    Bahasa Inggris Amerika : Center, theater, realize, catalog, program, traveled, neighbor, gray, plow, to practice (verb), practice (verb), check (noun)

Pelafalan (pronunciation)

Orang Amerika biasanya melafalkan huruf "r" dengan menggulung lidah mereka ke belakang dan merapatkannya ke langit-langit mulut sedangkan kebanyakan orang Inggris tidak melafalkan huruf "r" dalam kata, khususnya jika terdapat pada akhir kata.

Dalam bahasa Inggris Amerika kata "can" dan "can't" kedengaran sangat mirip sedangkan dalam bahasa inggris British Anda bisa membedakannya secara jelas.

Orang Amerika cenderung melafalkan kata seperti "reduce", "produce", "induce", "seduce" (kata-kata kerja yang berakhiran "duce") dengan lebih rileks, yang berarti bahwa setelah huruf "d" mengikut bunyi/huruf "u". Dalam bahasa Inggris British setelah huruf "d" ditambahkan "j". Orang Amerika memiliki kecenderungan untuk mereduksi kata dengan menghilangkan beberapa huruf. Kata "facts" misalnya dalam bahasa inggris Amerika dilafalkan sama dengan kata "fax" - "t" tidak diucapkan.

Kadang-kadang huruf dihilangkan dalam bahasa Inggris British seperti dalam kata "secretary", dimana huruf "a" tidak diucapkan.

Dalam bahasa Inggris Amerika, kombinasi huruf "cl" dalam kata seperti "cling", "climat", "club" dll, kedengaran lebih frikatif. Anda dapat menghasilkan bunyi ini dengan menegangkan pita suara. Penekanan kata terkadang juga berbeda. Contoh, kata "details" mendapatkan penekanan pada huruf "e" dalam Inggris British dan pada "ai" dalam Inggris Amerika.

Kosa kata (vocabulary)

Ada beberapa kata dan istilah yang digunakan hanya dalam Inggris British atau hanya dalam Inggris Amerika. Akan tetapi, dengan adanya media baru seperti internet dan dunia yang semakin mengglobal kata-kata seperti ini menjadi semakin sedikit.

Berikut beberapa contohnya :

Bahasa Inggris British : lift, boot, autumn, litter, cross, road, trousers
Bahasa Inggris Amerika : Elevator, trunk, fall, garbage, crossing, pants

Sebenarnya masih banyak perbedaan secara spesifik antara Britist dan American English karena bahasa itu akan dipengarahi masing-masing budaya setiap negara seperti bagaimana budaya orang-orang inggris dan amerika. semoga info ini sedikir bermaafaat bagi yang membacanya dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Keep on Spirit! belajar dan Belajar

Siapa Muhamamd Hardin?

Written By Muhamad Hardin on Selasa, 04 Februari 2014 | Selasa, Februari 04, 2014


Muhammad Hardin (lahir maret 18, 1990) sering di panggil 'hardin' dan teman kampungnya memanggil dengan sebutan nama adding'. sosok hardin hanya orang biasa-biasa saja tapi punya kenyakinan bahwa suatu saat nanti akan terjadi perubahan besar dimana akan dikenang orang. 

Dan saat ini Hardin masih menyandang status sebagai mahasiswa di salah-satu perguruan tinggi swasta di makassar. anehnya dibelum juga wisuda padahal seangkatan dari kampung sudah selesai semua. entah apa yang ada di pikirannya kenapa dia betah berlama-lama menyandang status sebagai mahasiwa. entahlah? mungkin hanya dia dan Tuham yang tahu dan ngapain juga kita urusin dia. hehehe... 

Tapi ada hal menarik dari sosok kehidupan hardin, apakah itu? sala satunya adalah perihal asmaranya. tidak banyak orang yang tahu seluk beluk kehidupan percintaannya. bahkan pernah aku berpikiran "jangan-jangan Hardin ini Homo atau punya phobia sama lawan jenis, lah kok tak pernah terdengar dia punya pasangan (pacar) padahal wajahnya tidak hancur amat-amat dan saya juga tidak yakin kalau dia punya prinsip pantang pacaran sebelum menikah sesuai syariah Islam. 

setelah lama saya mencari tahu, akhirnya dia ungkap juga rahasia kehidupan asmaranya (itupun saya paksa dengan ancaman) alasannya cukup singkat, sambil menghembuskan napas dia menjawab: "begini toh! pacaran itu adalah suatu aktivitas yang terdapat banyak kebohongan didalamnya. Cinta atau sayang itu adalah retorika canggih dari hasrat seksual individul manusia. makanya titik klimaks cinta adalah seks" dengan sedikit kebigungan saya pun suruh dia menjeleskan apa hubungan cinta dengan seks ? dengan  lebih detail, rasional dan cukup ilmiah hardin pun menjelaskan.  akhirnya saya mengerti apa sebenarnya itu CINTA. tapi hardin tidak mau kalau penjelasannya di tulis, lansung tanyakan sendiri sama dia kalau mau tahu.

Hardin orangnya cukup baik hati, enak di ajak ngobrol meskipun orangnya sedikit agak pendiam dan juga suka  travelling. video tentang tempat yang pernah dia kunjungi bisa dilihat di account youtube pribadinya http://youtube.com/muh.hardin. video-vidionya ini sudah ditonton hingga lebih dari 2000 kali. 

Hardin juga selain masih sibuk belajar blogging dan juga sementara  sedang menyiapkan proyek besarnya yang segera akan di realise,  kita nantikan saja proyek besar yang sedang di kerjakan Hardin itu apa? mudah-mudahan proyek yang tidak mengandung dosa. Amin!

Mengapa Bahasa Inggris Penting?

Written By Muhamad Hardin on Minggu, 02 Februari 2014 | Minggu, Februari 02, 2014



 
Ada banyak sekali alasan dan manfaat yang akan Anda petik jika Anda bisa menguasai bahasa Inggris. Berikut 9 alasan mengapa Anda perlu belajar bahasa Inggris:
  • Untuk meningkatkan pemahaman secara global
Bahasa Inggris adalah bahasa dunia. Jika Anda sudah menguasai bahasa Inggris secara benar, maka Anda berpeluang untuk bisa memahami kondisi global saat ini. Paling tidak, Anda sudah mengerti dengan berbagai istilah asing maupun bisa mengeksplorasi kondisi dan pemahaman yang berlaku secara global.
  •  Untuk meningkatkan potensi kerja
Tidak bisa dipungkiri, kemampuan bahasa Inggris mutlak diperlukan untuk menunjang karir bagi para karyawan maupun bagi para pencari kerja yang sedang dalam tahap mencari kerja. Bahkan untuk beberapa perusahaan multinasional, kemampuan bahasa Inggris Anda akan langsung di uji pada tahap akhir sesi wawancara.
  • Untuk meningkatkan kemampuan bahasa kita sendiri
Johann Wolfgang von Goethe pernah berkata: "Those who know nothing of foreign languages, knows nothing of their own." Kemampuan berbahasa manusia sungguh tidak terbatas, karena pada dasarnya bahasa adalah cara/alat untuk berkomunikasi. Sehingga pada orang-orang yang memiliki kemampuan bahasa asing yang mumpuni, biasanya juga sangat piawai berkomunikasi dengan bahasanya sendiri.
  • Untuk mengasah kognitifitas dan keterampilan dalam hidup
Bagaimanapun juga ketrampilan bahasa adalah skill yang diperlukan setiap manusia. Kebutuhan bersosialisasi dan memahami perilaku manusia adalah alasan kenapa setiap orang butuh mempelajari kemampuan berbahasa dengan baik dan benar.
  • Untuk meningkatkan peluang masuk ke perguruan tinggi
Untuk para pelajar yang ingin meneruskan ke perguruan tinggi favorit, maka mutlak diperlukan skill dan knowledge bahasa Inggris yang baik.
  • Untuk membuat perjalanan lebih layak dan menyenangkan
Anda punya rencana ke luar negeri? Maka jangan ditunda lagi untuk mulai belajar bahasa Inggris dari sekarang. Jangan sampai Anda mengalami kesusahan karena Anda tidak mempunyai kemampuan berbahasa Inggris sama sekali.

  • Untuk memperluas pilihan studi keluar negeri
Anda ingin berkuliah atau meneruskan kuliah Anda di luar negeri? Belajarlah bahasa Inggris mulai sekarang.
  • Untuk meningkatkan value Anda dan agar Anda lebih dihormati
Dengan menguasai bahasa Inggris Anda akan lebih dihormati di dalam lingkup sosial Anda, karena tidak semua orang bisa menguasai bahasa ini. Dan ketika Anda maju untuk membuktikan kemampuan Anda, maka Anda akan satu tingkat di atas orang rata-rata.
  • Untuk menjalin persahabatan maupun membangun jaringan Internasional
Anda sudah mahir melakukan percakapan dalam bahasa Inggris? atau Anda sudah jago menulis dengan bahasa Inggris? Maka gunakan kemampuan itu untuk mencari teman dari belahan dunia mana saja (ingatlah bahwa bahasa Inggris adalah bahasa dunia) ataupun membangun kerjasama dan jaringan bisnis internasional Anda.

Semoga info bermanfaat sehingga membuat kita belajar bahasa inggris dan terima kasih mengujungi disini! belajar  dan tetap belajar

Ekonomi Kerakyatan dan Pembaharuan Desa


Orang Indonesia menjadi miskin bukan karena mempertahankan ekonomi tradisional (baca ekonomi kerakyatan) di tengah merebaknya ekonomi kapitalis asing yang digerakkan pemerintah jajahan Belanda melalui politik perkebunan. Apa yang terjadi adalah kapitalis yang melahirkan kemiskinan itu dengan mengembangkan perkebunan di tanah petani dengan harga sewa yang rendah dan upah yang murah. Akibatnya ekonomi kerakyatan yang mereka bangun adalah untuk menyambung hidup di tengah ekspansi kapitalis yang menggerogoti kekayaan mereka itu.

Ketika memasuki era Orde Baru, ekspansi kapitalis berlanjut dan bersifat sangat masif. Trilogi pembangunan menjadi doktrin yang membuka akses kapitalis asing untuk menanamkan modal di seluruh sektor ekonomi. Industrialisasi di sektor manufaktur, perkebunan, pertanian, kehutanan, dan perkebunan pun berkembang dan pertumbuhan ekonomi bergerak naik. Akan tetapi itu semua mengorbankan penduduk desa menjadi suplayer tenaga kerja murah dan menghasilkan produksi pertanian yang diberi nilai tukarnya rendah dibandingkan dengan produk industri. Akibatnya akumulasi kapital pun mengalir ke kapitalis asing dan kesenjangan ekonomi semakin melebar antar sektor perkotaan dengan pedesaan, sektor formal dengan informal, sektor kapitalis dengan prakapitalis.

Dengan mencermati trend globalisasi, bahwa pasar bebas akan mempercepat proses akumulasi kapital masyarakat dan berpindah ke tangan kapitalis asing. Pandangannya tidak keliru ketika menyaksikan bahwa kapitalis global tidak hanya mengurangi peran negara dalam pengelolan ekonomi tetapi juga mengurangi peran masyarakatnya juga. Privatisasi BUMN yang mengelola pelayanan publik menjadi contoh nyata bahwa negara menjadi pelayan setia kapitalis global yang konon menjanjikan barang dan jasa murah tetapi secara nyata tetap dapat meraup untung karena dialah yang mengontrol bekerjanya sistem produksi. Bahkan kapitalis global itu juga mengontrol bekerjanya konsumsi dengan menciptakan masyarakat konsumen yang konsumtif sehingga roda ekonomi praktis dikendalikannya.

Menjelang akhir hayatnya, Prof Mubyarto memformulasikan kembali tentang ekonomi kerakyatan yang intinya sebagai berikut. Pertama: roda kegiatan ekonomi bangsa digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial dan moral. Kedua: munculnya kekuatan dari masyarakat untuk mendorong terwujudnya keadilan sosial. Ketiga: terwujudnya perekonomian nasional yang tangguh dan mandiri. Keempat: terbangunnya perilaku ekonomi yang mengemban demokrasi ekonomi yang berprinsip pada kepentingan rakyat, kekeluargaan, koperasi dan usaha kooperatif. dan Kelima: keseimbangan yang dinamis, efisien dan adil antar pusat dengan daerah melalui desentralisasi ekonomi dan otonomi.

Gagasan Prof Mubyarto itu meletakkan negara sebagai pemain penting dalam pengelolaan ekonomi. Konstitusi harus secara tegas mengamanatkan Indonesia sebagai welfare state, karena itu pasal 33 UU 1945 harus dipertahankan. Desentralisasi dan otonomi juga harus diwujudkan agar terjadi proses redistribusi ekonomi, keadilan dan pemerataan. Ia juga mengamanatkan bahwa ekonomi kerakyatan merupakan gerakan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat.

Empat tahun belakangan ini Prof Mubyarto juga menaruh perhatian terhadap program pembaharuan desa di era reformasi dan khususnya otonomi desa. Namun beliau belum memberikan sebuah rumusan tentang arah dari otonomi desa dalam kerangka penguatan ekonomi kerakyatan. Dalam benak saya, otonomi desa akan lebih bermakna bila justru mendorong terwujudnya gerakan ekonomi kerakyatan. Tanpa mengambil pilihan ini maka pembaharuan desa yang salah satu agendanya mempromosikan otonomi desa (OTDES) akan kehilangan maknanya. Ada beberapa alasan yang susah diabaikan. Pertama: Pemerintahan desa merupakan lembaga paling dekat dengan kehidupan sehari-hari orang desa yang kebanyakan menghadapi masalah keterpurukan ekonominya, sehingga seharusnya lebih sensitif terhadap permasalahan ekonomi yang dihadapi warganya. Kedua: sesuai aliran romantisme bahwa pemerintahan desa pada masa lalu justru menjadi institusi lokal yang bekerja untuk mengelola ekonomi dalam kerangka terwujudnya masyarakat sejahtera (welfare society). Tanah kas desa dan kekayaan lainnya, misalnya bukan hanya untuk mendanai anggaran desa, tetapi juga menjadi sumber penghasilan warganya. Ketiga: Desa dapat menjadi filter masuknya kapitalis yang dapat berdampak negatif bagi ekonomi desa. Keempat: desentralisasi di tingkat Desa tidak akan menjawab kemiskian dan kerapuhan ekonomi desa bila tidak dialokasikan sebesar-besarnya untuk program ekonomi.

Masalahnya klasik untuk mempromosikan pembaharuan desa yang mengembangkan ekonomi kerakyatan yang selalu muncul adalah dukungan regulasi. Bahkan UU 32/2004 sepertinya tidak memberikan otonomi yang luas kepada Desa. Terlepas dari ada tidaknya regulasi, prakarsa mewujudkan ekonomi kerakyatan menjadi bagian yang terpenting dari pembaharuan desa. Apabila ekonomi kerakyatan tidak menjadi visi dan misinya, maka pemerintahan desa akan menjadi beban ekonomi bagi warganya. Perannya lebih menampilkan diri sebagai regulator yang mengatur segala macam perijinan dan mengkomersialkan perijinan itu untuk menjadi sumber pendapatan. Celakanya desa akan sangat responsif dengan berbagai bentuk investasi dari luar ke wilayahnya karena kelimpahan rezeki sebagai broker dalam memfasilitasi proses pengembangannya dari mencarikan tanah sampai dengan dukungan komunitas. Desa juga akan memerankan diri sebagai kumpulan dari para elite yang memperkukuh previllage dan status sosialnya dihadapan massa orang desa.

Meletakkan ekonomi kerakyatan sebagai pekerjaan Desa berarti berbagi peran dengan pemerintah pusat dan daerah, sehingga tidak akan tumpang tindih. Menggerakkan ekonomi kerakyatan seperti mendorong penguatan modal sosial untuk menumbuhkan dana dan jaminan sosial, arisan, kredit mikro, fasilitas peralatan produksi pertanian, koperasi, pasar desa dan berbagai inisiatif yang membuat masyarakat mempunyai akses berusaha dan bekerja, merupakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Oleh karena itu pemerintahan desa perlu melakukan keberanian untuk melakukan rasionalisasi atas visi, misi, kebijakan dan programnya. Selama ini saya melihat bahwa visi dan misi Desa terlalu luas, apalagi program tahunan yang dicanangkan. Sementara itu, dana yang dimiliki sangat terbatas, dan ADD sebagai sumber keuangan desa pun belum memadai. Bahkan banyak desa yang belum mendapatkannya sehingga menggantungkan sumber pendapatan dari perijinan. Pengamatan sementara mencatat bahwa dengan APBDes yang amat kecil sekitar Rp. 25 - 100 juta, tetapi dengan penduduk sekitar 5.000 jiwa saja terbagi ke dalam lima dusun atau kampung, maka jika programnya banyak, pos untuk pemberdayaan ekonomi kalau diadakan jumlahnya pasti kecil. Anggaran akan banyak dihabiskan untuk gaji dan kegiatan rutin baru kemudian untuk pembangunan fisik. Adalah ironis bahwa OTDES selama ini begitu gandrung dengan kepentingan membangun otonomi daripada desentralisasi dan bahkan kekuatan ekonomi bagi kepentingan warganya. Adalah lucu jika otonomi sudah diraihnya, tetapi tidak muncul inisiatif untuk menjawab masa depan penduduk desa yang semakin suram ditelan globalisasi.

Barangkali rasionalisasi yang dilakukan adalah mengurangi peran mengelola pelayanan publik. Desa juga tidak perlu banyak mengurusi masalah kemasyarakatan, tradisi dan kegiatan keagamaan karena masalah ini dapat diserahkan kepada masyarakat sendiri. Desa berkonsentrasi pada pengembangan sumber nafkah hidup warganya. Ia berperan sebagai agen informasi pekerjaan, dan menyediakan budget tahunan untuk mendorong penguatan modal sosial, ketrampilan, managemen dan kegiatan ekonomi masyarakatnya. Lewat peran itulah desa dapat menarik dana dari masyarakat dan menjalankan peran sebagai redistributor atas kekayaan desa untuk memajukan kesejahteraan sosial yang berkeadilan. Dengan peran seperti itu, prestasi desa terletak pada kemampuan mengelola anggaran dari pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan prakarsa lokal dalam mengembangkan kemandirian ekonomi. Apabila gagasan itu terwujud maka konsep ekonomi kerakyatan pun membumi, masyarakat dengan pemerintahannya bergayung membangun kemandirian ekonomi.

Bila pembaharuan desa mengambil pilihan utama pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan itu, maka konsekuensi pemerintahan desa pun harus dirombak. Ia bukan lagi tampil sebagai regulator dan berfungsi mempertahankan elitisme tetapi menjadi lebih banyak berperan sebagai fasilitator masyarakatnya. Pemerintahan desa bukan lagi menjadi kepanjangan tangan negara dan para penguasa di aras lokal, tetapi institusi ekonomi masyarakatnya.

Potret Desa di Tengah Perubahan

Tulisan pendek ini merupakan sebuah pandangan politik terhadap dinamika desa di tengah-tengah arus reformasi, desentralisasi dan demokrasi. Ada tiga pertanyaan yang hendak saya jawab. Pertama, apa bentuk-bentuk perubahan pemerintahan desa (village governance), baik dalam konteks internal maupun relasi eksternal, setelah reformasi membahana di Indonesia? Kedua, apa problem yang masih tersisa di desa, dan apa problem baru yang muncul di tengah arus desentralisasi dan demokrasi? Ketiga, apa tantangan desa ke depan, dan bagaimana agenda strategis membangun kembali desa dalam konteks desentralisasi dan demokrasi?

Perubahan
1. Perubahan pertama adalah eforia masyarakat desa yang membahana sebagai imbas dari gelombang protes untuk reformasi di level nasional pada tahun 1998. Segera setelah runtuhnya Orde Baru, gelombang protes sosial masyarakat desa membahana di Jawa, sebagai bentuk aksi kolektif untuk reformasi (baca: menggulingkan) pamong desa yang bermasalah (KKN). Peristiwa ini relatif baru sebagai pertanda delegitimasi kekuasaan, runtuhnya mitos pamong desa, dan bangkitnya semangat kontrol masyarakat desa terhadap pemerintahan desa.

2.    Perubahan kedua terjadi setelah penerapan UU No. 22/1999. Secara normatif desa tidak lagi dipandang sebagai bentuk pemerintahan terendah di bawah camat, melainkan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan hak asal-usul desa. UU No. 22/1999 memastikan pengurangan peran camat terhadap desa, dan desa berada di bawah kontrol langsung kabupaten. Implikasinya adalah, desa berhak membuat regulasi desa sendiri untuk mengelola barang-barang publik dan kehidupan desa, sejauh belum diatur oleh kabupaten.

3.    Di desa terjadi perubahan nomenklatur, baik yang hanya bersifat kosmetikal sampai perubahan identitas. Di Jawa, misalnya, sebutan kepala desa secara kosmetikal digantikan dengan sebutan asal seperti lurah, petinggi, kuwu, dan lain-lain. Sekretaris desa juga berubah menjadi carik. Sementara penemuan kembali identitas lama terjadi di Luar Jawa. Sumatera Barat adalah contoh yang paling menonjol dalam menemukan kembali identitas setelah provinsi pelari terdepan desentralisasi ini melancarkan gerakan “kembali ke nagari”. “Kembali ke nagari”, bagi orang Minangkabau, identik dengan menemukan kembali “permata” yang telah lama hilang. Secara empirik kembali ke nagari telah memberi suntikan darah segar bagi Minangkabau, mulai dari penemuan kembali identitas sampai kebangkitan partisipasi masyarakat terhadap nagari. Jika orang Jawa masih minder (inferior) mengatakan “orang desa”, sementara orang Minangkabau begitu bangga menyebut dirinya “anak nagari”.

4.    UU No. 22/1999 telah memperkenalkan Badan Perwakilan Desa (BPD), sebuah institusi baru demokrasi yang menggantikan lembaga korporatis LMD. Di satu sisi kehadiran BPD dimaksudkan untuk menerapkan subsidiarity desa dalam membuat peraturan desa, dan di sisi lain BPD merupakan ruang bagi artikulasi politik, partisipasi masyarakat dan kontrol terhadap pemerintah desa. Secara empirik, ruang demokrasi yang terus terbuka dan kehadiran BPD telah membuat desa semakin semarak dan memaksa kepala desa membagi kekuasaan kepada parlemen desa itu. Kekuasaan kepala desa yang absolut dan sentralistik secara pelan-pelan digerogoti oleh demokratisasi, yang membuatnya lebih “hati-hati” dan bertanggungjawab dalam mengelola kekuasaan dan kekayaan desa.

5. Pemerintah telah berupaya melakukan perubahan kosmetikal terhadap lembaga-lembaga korporatis seperti Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), dengan sebutan lain seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD). Secara organisatoris kepala desa tidak lagi menjadi ketua umum LPMD seperti dulu. LPMD ditempatkan menjadi organ nonformal di luar struktur resmi pemerintahan desa, yang mempunyai tugas sebagai partner pemerintah desa dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan desa. Pembentukan LPMD umumnya diusulkan oleh kades berdasarkan pertimbangan dan persetujuan BPD. Tetapi dalam praktiknya, kades masih mempunyai pengaruh besar terhadap kerja-kerja LPMD, meski di atas kertas LPMD dirancang otonom.

6. Di desa sekarang tumbuh organisasi-organisasi alternatif, misalnya dalam bentuk forum warga, kelompok swadaya masyarakat sampai organisasi rakyat, baik yang didorong oleh pihak luar maupun yang tumbuh sendiri (self-generating) dari masyarakat. Ada organisasi yang berfungsi untuk memperkuat self-helf dan solidaritas sosial, ada pula organisasi yang digunakan untuk forum komunikasi antar pemangku kepentingan di desa, dan ada juga yang digunakan untuk melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan desa.

7. Para kepala desa sekarang mulai membentuk asosiasi kepala desa di level kabupaten, sementara BPD membentuk forum BPD. Jaringan ini digunakan untuk memperjuangkan aspirasi (jabatan dan insentif) mereka, mempengaruhi kebijakan kabupaten dan memperjuangkan otonomi desa. Cuma, sayangnya, antara asosiasi kepala desa dan forum BPD masih berjalan sendiri-sendiri dalam memperjuangkan otonomi desa.

Problem Lama dan Baru
1. Banyak sekali desa-desa di Jawa yang sejak dulu selalu menghadirkan kekerasan dan permainan politik uang ketika menggelar Pilkades. Permainan politik uang di desa, sebagaimana di kabupaten dan provinsi, menjadi isu yang sangat keras dan cepat, tetapi juga sangat cepat menguap dan dilupakan banyak orang. Praktik-praktik kekerasan cepat sekali berkobar dan juga cepat sekali dirampungkan oleh aparat keamanan setelah menelan korban tidak sedikit. Tetapi sejak dulu di desa tidak ada sebuah mekanisme dan proses politik yang dibangun dari prakarsa lokal untuk mencegah praktik-praktik kekerasan.

2. Proses perencanaan pembangunan desa masih berlangsung seperti dulu. Di atas kertas perencanaan berlangsung dari bawah (bottom up) yang kemudian dibawa naik ke kabupaten, tetapi praktiknya selalu terjadi manipulasi sehingga aspirasi dari bawah tidak menjadi preferensi bagi pembuatan keputusan di level kabupaten. Di tingkat desa sendiri, perencanaan pembangunan juga didominasi oleh elite desa atau lebih berpijak pada preferensi elite ketimbang aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

3. Gotong-royong tidak lagi secara otentik mencerminkan partisipasi dan solidaritas sosial masyarakat desa, melainkan sebagai bentuk mobilisasi (jika bukan paksaan) pemerintah desa terhadap warganya untuk mendukung program-program pembangunan yang sudah dirancang dari atas. Salah satu kasus yang menyolok adalah kebiasaan pemerintah supradesa dan pemerintah desa “menguangkan” gotong-royong dan swadaya ke dalam penerimaan desa (APBDes). Padahal menurut asal-usulnya gotong-royong adalah bentuk modal sosial (social capital), bukan modal finansial (financial capital) sebagaimana telah dimanipulasi oleh pemerintah. Di zaman Orde Baru, berbagai program departemen juga mengatasnamakan gotong-royong sebagai bentuk swadaya masyarakat desa. Banyak proyek dari atas dengan jumlah pendanaan yang kecil, kemudian dengan bantuan gotong-royong masyarakat dapat menghasilkan pembangunan fisik yang luar biasa. Pada hampir semua proyek pembangunan prasarana fisik kontribusi gotong royong selalu jauh lebih besar ketimbang sumbangan dana dari pusat. Sejak Orde Baru hingga sekarang, laporan mengenai banyaknya hasil pembangunan fisik yang ditopang swadaya masyarakat lewat gotong royong sering diklaim sebagai keberhasilan pemerintah.

4. Desentralisasi adalah sebuah kebijakan dari atas yang tidak sempurna baik dari sisi desain maupun praktiknya. Desentralisasi dan otonomi daerah lebih difokuskan pada kabupaten/kota, sehingga desa masih tetap dipandang sebelah mata dan belum memperoleh otonomi yang lebih leluasa. Desa masih berada di bawah cengkeraman kabupaten secara hirarkhis. Para pejabat kabupaten umumnya memandang bahwa otonomi berhenti di tangan kabupaten, serta menjadikan desa sebagai obyek kebijakan dan regulasi kabupaten. Dalam praktiknya tidak sedikit Perda Kabupaten tentang pemerintahan desa yang sebenarnya tidak relevan dengan konteks kebutuhan desa dan dari sisi proses tidak melibatkan partisipasi desa. Karena itu tidak mengherankan kalau kerapkali muncul kegelisahan dan bahkan resistensi desa (terutama dari perangkat desa) terhadap regulasi dari atas

5. Desentralisasi politik yang terbatas juga diikuti dengan pembatasan desentralisasi fiskal ke desa. Dari sisi hubungan keuangan, tidak ada kejelasan dan ketegasan formula perimbangan keuangan antara pusat, daerah dan desa. Desa tidak memperoleh transfer keuangan yang jelas, sebagaimana dana pusat yang didaerahkan melalui Dana Alokasi Umum. Sebagian dana kabupaten memang didesakan tetapi tidak dibingkai melalui kerangka regulasi yang menjamin kepastian dan keberlanjutan, melainkan hanya tergantung pada kebaikan hati (benevolent) sang Bupati dan DPRD.

6. Kepala desa (petinggi, lurah, kuwu, dll) kini mengalami disorientasi kekuasaan: dari atas ditekan dengan instruksi oleh kabupaten, dari samping digencet oleh BPD dan dari bawah dituntut oleh masyarakat. Di banyak tempat kehadiran BPD dianggap menjadi ancaman bagi kepala desa, dan sekaligus memunculkan ketegangan antara kepala desa dengan BPD. Di desa-desa yang telah dimasuki fasilitator dari luar (NGO atau perguruan tinggi), ketegangan itu bisa dicairkan antara lain dengan cara dialog yang intensif dan membuat code of conduct di antara kepala desa dan BPD. Tetapi desa-desa yang tidak dimasuki pihak ketiga masih sulit untuk mendamaikan ketegangan Kades-BPD karena belum mempunyai mekanisme dan proses manajemen konflik yang dibangun berdasarkan prakarsa lokal. Pembelakan yang diberikan kabupaten maupun kecamatan juga belum mampu mencairkan ketegangan itu.

7. Kapasitas dan kinerja perangkat desa masih berjalan apa adanya (taken for granted) sesuai dengan ketentuan administratif. Mereka umumnya cukup puas karena telah bisa memberikan pelayanan prima nonstop 24 jam. Saya baru menemukan beberapa kepala desa yang bekerja secara inovatif dan responsif dengan dituntun visi-misi besar.

Tantangan dan Agenda Kedepan
1.    Membuat hubungan kemitraan dan trust antara kades dan BPD, tanpa menghilangkan dimensi kontrol. Termasuk membuat kohesif antara asosiasi kepala desa dan forum BPD sehingga menjadi kekuatan besar untuk memperjuangkan otonomi desa. Pihak luar yang masuk ke desa tentu saja diharapkan memperhatikan dan menggarap isu hubungan antara kepala desa dan BPD itu.

2.    Mendesak pemerintah pusat dan kabupaten untuk memformulasikan kebijakan desentralisasi kewenangan dan keuangan kepada desa secara lebih jelas dan pasti. Di banyak tempat sudah muncul usulan agar desa diatur secara terpisah dari UU otonomi desa.

3.    Membuat desa sebagai wilayah pembangunan yang otonom, antara lain dengan cara membuat perencanaan pembangunan berhenti di desa.

4.    Mendorong dan memperkuat institusi lokal sebagai basis partisipasi (voice, akses dan kontrol) masyarakat terhadap proses pemerintahan dan pembangunan desa.

5.    Memperkuat dan memperluas jaringan elemen-elemen civil society (NGO, media massa, perguruan tinggi, dan lain-lain) untuk menyuarakan desa, menyebarluaskan wacana otonomi desa, mempengaruhi kebijakan pemerintah dan ikut memperjuangkan otonomi desa.

Kampung Inggris: berWisata sambil Belajar di Kanang Desa Batetangnga


Di kanang Desa Batetangnga, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, telah ada sebuah wisata kampung inggiris yang sementara masih dikembangkan, meskipun masih tergolong baru. tapi, sejumlah siswa lokal maupun luar telah banyak mengkunjungi tempat ini sebagai tempat belajar bahasa Inggris  sambi liburan menikmati keindahan alam kanang Desa Batetangnga.

Kampung inggris ini menawarkan berbagai banyak jenis program kelas (speaking, pronuncition, Grammar, Toefl Prepation dll) juga menyediakan kelas Dormitory. berada di kampung inggris ini antusias dan semangat untuk belajar mudah terpacuh karena memang faktor kondisi, sehingga akan mudah mahir dan lancar berbahasa asing dalam waktu singkat. Pada saat  musin libur tiba, puluhan siswa maupun mahasiswa di Polewali Mandar ini banyak datang di tempat ini.

Suasana di kampung inggris ini lebih berkesan dan menyenangkan, karena orang-orang bebas memilih suasana tempat belajar di mana saja, seperti di tengah hutan belantara, sungai atau di pinggir danau yang rimbun dengan pepohonan.

Tempat belajar di sepanjang pesisir Sungai Batetangnga yang sejuk ternyata diakui para peserta dapat memancing motivasi belajar. Bosan belajar di pinggir sungai atau di tengah hutan rimbun dengan pepohonan yang asri seperti ini, juga bisa menggantinya dengan belajar di pesisir sawah atau danau kecil ini sambil menikmati aneka ikan cantik di danau ini.

lembaga yang mengadakan Kampung Inggiris ini adalah LEON-CS (Learn English Of Nature & Culture Studies) merupakan lembaga pendidikan yang beoreantasi  pada bahasa Inggris yang didirikan pada 25 mei 2012, lembaga ini merupakan lembaga progresif-kontemporer dengan metode pembelajaran yang spektakuler dan menyenangkan yang dapat menjawab semua kebutuhan masyarakat dalam hal berbahasa inggris dengan benar, dengan mengacu pada  Multiple Intelligence (MI) dan Natural Learning ability (NL)

Kampung Halaman

More Posts »

Kisah Inspiratif

More Posts »

Local Governance

More Posts »

Belajar English

More Posts »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. manarangko.blogspot.com - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger